SEKOLAH ALTERNATIF
APA ITU SEKOLAH ALTERNATIF?
Sekolah alternatif adalah jenis pendidikan yang berbeda dari pendekatan pendidikan konvensional yang biasanya ditemukan di sekolah-sekolah umum atau swasta. Pendekatan ini memiliki karakteristik yang unik dan berfokus pada pendekatan pembelajaran yang lebih kreatif, inklusif, atau terfokus pada kebutuhan individu siswa.
Berikut adalah beberapa ciri umum dari sekolah alternatif:
1. Metode Pembelajaran Kreatif: Sekolah alternatif cenderung mengadopsi metode pembelajaran yang lebih kreatif dan interaktif. Mereka mungkin menggabungkan seni, musik, permainan, dan proyek kolaboratif untuk meningkatkan pengalaman belajar siswa.
2. Fokus pada Kebutuhan Individu: Pendekatan ini cenderung lebih menghargai keunikan dan perbedaan setiap siswa. Mereka dapat mengadaptasi metode pembelajaran untuk memenuhi kebutuhan akademik, sosial, dan emosional masing-masing siswa.
3. Pentingnya Lingkungan Inklusif: Banyak sekolah alternatif mendorong lingkungan inklusif di mana siswa dari latar belakang beragam dapat belajar bersama. Ini juga dapat mencakup anak-anak dengan kebutuhan khusus.
4. Pentingnya Pengalaman Praktis: Beberapa sekolah alternatif menekankan pengalaman praktis dan penerapan konsep dalam kehidupan sehari-hari. Ini dapat dilakukan melalui proyek, kunjungan lapangan, atau magang.
5. Pendekatan Holistik: Sekolah alternatif cenderung melihat pendidikan sebagai upaya holistik yang mencakup perkembangan fisik, emosional, sosial, dan intelektual siswa.
6. Pentingnya Partisipasi Siswa: Banyak sekolah alternatif mendorong partisipasi aktif siswa dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan kurikulum, aturan, dan kegiatan sekolah.
7. Ukuran Kelas yang Lebih Kecil: Sekolah alternatif sering memiliki ukuran kelas yang lebih kecil, yang memungkinkan interaksi yang lebih dekat antara guru dan siswa.
8. Pendekatan Non-Tradisional terhadap Evaluasi: Pendekatan evaluasi dalam sekolah alternatif bisa jadi lebih luwes dan tidak hanya berfokus pada tes standar. Evaluasi dapat melibatkan proyek, presentasi, dan penilaian berdasarkan pencapaian nyata siswa.
9. Model Pendidikan Alternatif: Beberapa sekolah alternatif mengikuti model pendidikan alternatif tertentu, seperti Montessori, Waldorf, atau pendekatan demokratis.
Bagaimana dengan Cherish Academy? Mari kita bahas satu per satu.
1. Metode Pembelajaran Kreatif: Cherish Academy menekankan prinsip fun learning di tiap kelas.
2. Fokus pada Kebutuhan Individu: Cherish fokus pada kebutuhan individu karena Cherish adalah sekolah inklusif.
3. Pentingnya Lingkungan Inklusif: Lingkungan inklusif adalah hal utama di Cherish karena seperti yang sudah ditulis di atas, Cherish adalah sekolah inklusif.
4. Pentingnya Pengalaman Praktis: Di Cherish, murid tidak hanya belajar teori, tetapi juga mengerjakan proyek-proyek menarik.
5. Pendekatan Holistik: Cherish tidak hanya melihat murid dari nilai akademis tapi juga dalam segala aspek.
6. Pentingnya Partisipasi Siswa: Siswa dilibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran dan juga beberapa kegiatan yang ada di Cherish.
7. Ukuran Kelas yang Lebih Kecil: Di Cherish, satu kelas hanya berisi 2 hingga 6 siswa.
8. Pendekatan Non-Tradisional terhadap Evaluasi: Evaluasi penilaian di Cherish tidak hanya berbentuk teori tetapi juga dalam berbagai bentuk.
9. Model Pendidikan Alternatif: Cherish tidak hanya menerapkan model kurikulum nasional tetapi juga ACE Curriculum dan juga Canadian Curriculum.
Cherish Academy terdapat di Jl. Muara Karang Blok A 2 Utara No.169, RT.6/RW.2, Pluit, Kec. Penjaringan, Jkt Utara, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 14450. 0816-1777-1010
Instagram Cherish Academy



Komentar
Posting Komentar